Kraton Solo Surakarta

Kraton Solo Surakarta

960
0
SHARE
Kraton Solo Surakarta

Indonesia dulunya memang kumpulan berbagai kerajaan yang banyak terutama di pulau jawa, terdiri dari bermacam – macam kerajaan salah satunya adalah kerjaan mataram yang sampai sekarang masih ada namun berupa keraton seperti keraton yogyakarta dan keraton solo, dulunya kedua keraton ini adalah satu kesatuan karena adanya konflik internal antara kakak dan adik mak terpisahlah menjadi dua keraton yang satunya di yogyakarta dan satunya berada di solo. Namun kali ini kita akan membahas keraton solo surakarta.
kerajaan mataramKeraton solo surakarta ini masih terjaga sampai sekarang lokasinya pun berada di pusat kota solo dekat dengan pemerintahan milik kota solo, namun keluarga keraton memiliki daerah otonomi sendiri meliputi area keraton, alun – alun utara, alun – alun selatan dan sekitar wilayak keraton yang masih di miliki oleh keluarga keraton, jadi pemerintahan kota solo tidak bisa ikut campur dalam menata atau mengelola wilayah tersebut.

Sejarah Keraton Solo Surakarta.

Keraton solo surakarta bermula dari kesultanan mataram yang kacau dan hancur akibat pemberontakan yang di prakarsai trunajaya pada tahun 1677, mataram mendapat serbuan dan pemberontakan oleh orang – orang tiong hoa yang di bantu oleh masyarakat jawa karena mereka tiduk suka keberpihakan keraton solo surakarta dengan pihak VOC, maka dari itu mereka menyerang dan menghancurkan keraton yang saat itu masih berada di daerah karta sura. Karena hancur dan porak poranda maka kerajaan keraton mendirikan bangunan lagi di sekitar sungai bengawan solo yang sekarang menjadi pusat permerintahan kota solo tersebut. Selanjutnya kartasura berhasil di rebut kembali oleh bantuan adipati cakraningrat IV karena merupakan sekutu dari VOC, beliau merupakan penguasa madura barat pada saat itu.

Sejarah Keraton Solo Surakarta.

Arsitektur keraton surakarta merupakan bangunan yang eksotis yang masih terpelihara hingga saat ini. Arsitektur keraton surakarta dan keraton yogyakarta adalah sama dengan di arsitekturi pangeran mangkubumi sendiri yang kelak di kenal dengan nama sultan hamengkubuwana I. oleh karena itu bagian – bagian di setiap penataan wilayah keraton sevara keseluruhan mempunyai kesamaan seperti alun – alun utara, alun – alun kidul dan setiap bagian di lingkungan dalam keraton tidak jauh berbeda. Wilayah komplek keraton surakarta di kelilingi dengan tembok besar yang masih terlihat kokoh.

Jika anda berkunjung ke keraton yogyakarta maka anda akan menemukan orang beramai ramai menjualkan dagangan mereka karena tepat di samping sebelah barat keraton surakarta ini merupakan pasar pakaian terbesar se indonesia yaitu pasar klewer. Di sana anda dapat berbelanja bermacam – macam pakaian, mulai pakain tradisional hingga pakaian sehari – hari ada di sana dan di jual dengan harga yang sangat terjangkau.

Kalau pada malam hari bermainlah ke alun – alun kidul maka anda akan banyak menemukan keramaian orang – orang membeli makanan, berjualan atau sekedar wisata bersama keluarga yang biasanya menggunakan becak lampu yang ada di sekitar alun – alun kidul tersebut.

Sumber photo: www.telusurindonesia.com